Balajar Cara Membaca Pola Candlestick Pattern

Karakteristik CandleStick Open dan Close Price

Dalam Candlestick, pada umumnya hanya memiliki 2 pola, yaitu Bearish (Turun) dan Bullish (Naik). Namun dalam prakteknya tidak semudah itu kita membaca pola candlestick tersebut, banyak sekali pola-pola pada candlestick yang karakteristik nya berbeda beda, sehingga kita salah dalam mengidentifikasi nya dan salah dalam penentuan posisi/analisa.

Dapat dilihat pada gambar diatas menunjukan 2 buah candlestick, yaitu bearish dan bullish. Candle bearish yang berwarna Merah dan candle Bullish yang di warnai dengan warna Biru. dalam 1 candlestick terdapat beberapa bagian yang harus anda pahami. antara lain

  1. Open Price, Mulainya sebuah harga pada suatu sesi tertentu
  2. Close Price, Penutupan Harga pada suatu sesi tertentu
  3. High Price, Harga tertinggi pada suatu sesi tertentu
  4. Low Price, Harga Terendah pada suatu sesi tertentu

Dari istilah diatas, hal istilah sudah menjadi suatu hal yang mutlak dalam perdagangan digital. namun jika di terapkan pada Candlestick, anda dapat lebih jelas melihatnya dengan pola yang terbentuk. istilah dalam sebuah candle juga mempunyai nama tersendiri.

  • Open Candle
    Open Candle menunjukan bahwa mulainya Open Price/ pembukaan sebuah harga pada waktu tertentu.
  • Close Candle
    Penutupan pada sebuah pergerakan harga pada waktu tertentu
  • Body Candle
    Body Candle adalah sebuah Candlestick sempurna yang terbentuk diantara Open Price dan Close Price
  • Shadow
    Pada shadow ini, menunjukan bahwa pergerakan sebuah harga pernah sampai ke titik tertinggi maupun terendah pada suatu pergerakan harga pada waktu tertentu. Shadow Memberikan informasi sesi pembelian yang tinggi diakhiri dengan tekanan penjual/buyer, Begito juga sebaliknya

Pin Bar

Pinbar merupakan pola pembalikan (reversal) yang kuat. Apabila kita mengidentifikasi secara benar, maka kita dapat memaksimalkan keuntungan kita dalam trading forex ini. Pin Bar adalah pola candlestick dimana body candle sangat kecil dan memiliki shadow(sumbu) yang panjang.

1. Bearish PinBar Shadow diatas

Bearish Shadow Panjang di Atas (Bearish Pin Bar)

Bearish Pinbar diawali dengan body candle di bagian bawah dan shadow panjang dibagian atas . ini menunjukan bahwa harga pembukaan pada suatu sesi pernah naik namun munculnya tekanan Seller yang masih kuat sehingga menutup di bawah harga pembukaan / open price(candle)

2. Bearish Pinbar Shadow di bawah

Bearish Shadow Panjang diBawah

Gambar diatas menunjuakn bahwa pergerakan Candle Bearish(menurun) yang kuat, namum adanya tekanan dari buyer(Pembeli/bullish) sehingga shadow yang di hasilkan di bawah cukup panjang.

3. Bullish PinBar shadow di atas

Bullish Candle Shadow di Atas

berbeda dengan bearish pinbar, bullish pinbar dengan shadow panjang diatas mengidentifikasi bahwa candle bullish diatas menunjukan sebuah trend naik, namun ada perlawanan yang cukup besar dari seller.

4. Bullish PinBar Shadow di Bawah

Bullish Candle Shadow Panjang dibawah

Bullish Pin Bar dengan shadow (Sumbu) di bawah menunjukan bahwa Trend saat berjalan dikuasai oleh candle bullish sepenuhnya. Candle seperti ini dengan pembukaan harga/open price kemudian turun untuk sejenak, kemudian karena tidak mampu untuk turun, candle tersebut terjadi pullback ke atas yang artinya kekuatan buyer/Bullish Candle lebih kuat.

Neutral Candlestick Pattern

Neutral Candlestick Pattern

Candlestick dengan pola seperti ini menunjukan suatu kebingungan pasar, dalam artian kekuatan buyer(Bullish) maupun seller(Bearish) yang lemah. hal tersebut ditunjukan dengan tidak adanya body candle yang besar maupun shadow candle(Sumbu).

Namun ada 2 Jenis Neutral Candle yakni:

1. Doji

Doji termasuk pola candlestick yang hanya terdiri atas satu candle saja. Doji terbentuk ketika pasar sedang konsolidasi atau ragu-ragu mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Di sini tampak jelas sentimen bullish dan bearish berada dalam keadaan seimbang. Antara buyer dan seller saling menunggu pergerakan harga selanjutnya.

2. Spinning Top

Spinning top adalah candle yang memiliki body kecil atau pendek (narrow trading range). Untuk dapat disebut spinning top ada dua syarat yang harus dipenuhi. Pertama body candlestick berada di tengah-tengah. Yang kedua, shadow pada masing-masing sisi memiliki panjang minimal sama dengan body. Panjangnya body ini menunjukkan buyer dan seller masing-masing pernah mengontrol namun hanya sementara.

Bullish Candlestick Patterns

Bullish Candlestiock Patterns

1. Hammer

Pola Hammer persis seperti sebuah Palu, dimana body candle bullish(Buyer) yang kecil dan Shaduw(Sumbu) yang panjang kebawah, pola candle seperti ini menunjukan bahwa harga berjalan dikuasai oleh bullish karena harga yang sempat turun kemudian di dominasi dengan kekuatan buyer yang kuat sehingga membentuk shadow yang panjang dari body candle.

2. Inverted Hammer

Inverted Hammer adalah pola palu terbalik. Pola candlestick ini lazimnya menunjukkan sinyal Bullish, karena meski harga telah jatuh, tetapi buyer masih berhasil menutup sesi dekat dengan harga open. Namun, akurasinya rendah karena agak kontradiktif. Inverted Hammer memiliki upper shadow lebih panjang dari body yang secara intuitif seharusnya menginformasikan tekanan seller, tetapi di sini malah mensinyalkan harga akan naik

3. Dragonfly Doji

Dragonfly Doji terbuat bila Pembukaan, tinggi, dan penutupan berada diharga yang sama. Bagian paling penting dari Dragonfly Doji adalah panjang shadow(Sumbu) dibawah.
Panjang shadow(Sumbu) menunjukkan bahwa pasar sedang mencoba untuk menemukan di mana letak harga permintaan pasar.

4. Bullish Engulfing

Pola bullish engulfing biasa ditemui pada akhir periode trend yang sedang turun. Ciri terjadinya pola Bullish Engulfing ini bisa Anda temukan ketika melihat dua buah candlestick.

Candlestick pertama menunjukkan penurunan harga pada suatu sesi pasar dibandingkan hari sebelumnya. Candlestick kedua ternyata harganya meningkat bahkan lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya dengan volume yang lebih besar.

Bearish Candlestick Pattern

Bearish Candlestick Pattern

1. Shooting Star

shooting star merupakan sinyal bearish yang juga membutuhkan konfirmasi candlestick bearish yang muncul setelahnya. Shooting Star dan Inverted Hammer adalah saudara kembar. Bentuk mereka mirip dengan hammer dan hanging man yang terbalik.

2. Hanging Man

Hanging Man merupakan sinyal bearish. Namun munculnya hammer atau hanging man tidak lantas merupakan sinyal yang kuat. Hanging Man akan menjadi sinyal bearish yang lebih kuat jika didukung oleh kemunculan bearish candle setelahnya

3. Gravestone Doji

Gravestone Doji terbentuk ketika harga Open, Low dan Close pada area harga yang sama atau dengan body candle yang sangat kecil. Bagian yang paling penting pada candle gravestone doji ini ada pada shadow/bayangan yang memiliki garis yang sangat panjang.

Shadow(sumbu) yang panjang, biasanya diartikan bahwa pasar sedang menguji suatu zona Supply dan Resistance pada titik di harga yang tepat. Aktifitas pasar pada saat pola gravestone doji terbentuk ketika para buyer (pembeli) menekan harga hingga naik lebih tinggi. Namun pada saat area resistance atau supply sudah ditemukan oleh pasar, para seller (penjual) mencoba untuk menurunkan harga lebih rendah ke harga Open (pembukaan). Penawaran untuk harga yang sedikit lebih tinggi ditolak oleh para seller.

4. Bearish Engulfing

Bearish engulfing adalah kebalikan dari bullish engulfing. Pola ini mengindikasikan adanya potensi bearish. Pola ini ditandai dengan kemunculan bearish candlestick yang lebih panjang daripada bullish candlestick sebelumnya. Ciri-Ciri Bearish Engulfing:

  • Panjang bearish candlestick Lebih panjang dari bullish candlestick sebelumnya.
  • Harga low bearish candlestick lebih dari harga low bullish candlestick sebelumnya.
  • Harga close bearish candlestick lebih dari harga low bullish candlestick sebelumnya (Dinamis).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *